Rabu, 21 Agustus 2013

Komitmen (LIMA)

Malam semakin pekat saat kata yang saya rangkai berharap menimbulkan pemahaman baru.
Komitmen, satu kata yang terlontar saat pertanyaan mengenai hubungan diberikan.

Komitmen yang dibicarakan diawal hubungan akan tidak berarti apa-apa jika apa yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diucapkan. "Aku gak akan nyakitin kamu, aku gak akan selingkuh, aku akan selalu ada untuk kamu, aku ini, aku itu dan aku sebagainya" itu sedikit ucapan komitmen yang sering didengar. Namun wujud dari komitmen itu adalah kebahagiaan. Menurut Fauzan (2013) "kebahagiaan itu bukan di liat dr wajah, tawa, atau senyuman, tapi dari pembawaan #wc".

Membuat orang yang disayang bahagia, tidak memikirkan lagi apa balasan dari yang telah diberikan.
Kadang kita menilai komitmen yang diucap tidak sesuai dengan yang kita lihat. Kita lihat? Itu hanya yang kasat, yang tersirat? Dapatkah dilihat? Hanya dapat dipahami bagi mereka yang peka.

Tak jarang kita juga menghadirkan sosok lama dalam menjalani hubungan, sosok yang hanya mendiktekan satu, dua dan tiga. Sehingganya kita tak dapat menangkap satu, dua, tiga, empat bahkan lima dari sosok baru.

Singkatnya, komitmen yang dibuat bukan semata dijalankan oleh satu pihak, namun dijalankan oleh satu team yang ingin menang. Apapun penilaian orang, tak lepas dari perhatiaannya terhadap kita, jalani yang baik dan dunia akan berkata baik. (ngeong)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar