Sabtu, 10 Agustus 2013

Cerita Malam Ini~

Berapa banyak teman mu kini? Berapa banyak teman mu yang dapat membuat mu tertawa bahagia? Berapa banyak teman mu yang dapat kau bawa bersedih ikut dalam duka mu? Berapa orang yang sayang pada mu?
Pertanyaan-pertanyaan ini hendaknya dapat membuat koreksi pada diri, dapat menjadi cermin bagi diri.

Apa benar semua orang menyenangi kita? Apa benar semua orang mengagumi kita? Apa benar semua orang menginginkan kita? Bisa saja benar, jika semuanya juga memiliki nilai banding yang tinggi.
Orang yang mencintai kita setidaknya sebanding dengan orang yang membenci kita. Orang yang terkadang selalu menghadirkan canda terkadang juga dapat menyayat luka, dan dibalik orang yang selalu mendukung terdapat orang yang akan menjatuhkan.

Ini tentang kehidupan. Kita dapat saksikan siang dan malam. Kita dapat rasakan panas dan dingin. Kita dapat melihat gelap dan terang. Kita dapat mengetahui yang asli dan yang palsu. Apa saja semuanya memiliki antonim.

Pelajaran yang dipetik, kita tak dapat paksakan selalu siang jika malam akan tetap ada. Kita tak dapat paksakan selalu dingin, jika panas tetap ada. Kita tak dapat memaksakan untuk menyayangi seseorang jika kita tak ingin kehilangan orang yang benar-benar menyayangi. Kita tak dapat memaksakan kesediahan, jika kebahagiaan siap menghapus pilu.


Ketahuilah, untuk memaksakan sesuatu menjadi suatu yang dapat bergerak demi ingin kita, itu adalah hal yang tak mudah. Memaksakan seseorang menjadi cerminan kita, itu pun bukan hal yang mudah.

Dimisalkan A suka makan sayur, B suka makan daging. Ketika mereka makan bersamaan, A meminta B untuk memakan sayur. Tentunya A akan bahagia, B juga kelihatan bahagia. Apa benar yang terlihat menunjukkan isi dalamnya? Benar B bahagia, namun B tidak merasa ikhlas.
Lain cerita jika A dan B sama-sama menikmati makanannya, namun A mencoba makanan B dan begitu pun sebaliknya, tentunya kebahagiaan juga mengalir dengan sendirinya.

Karena untuk bahagia kita tak perlu membayar mahal, memaksakan ingin kita, ataupun merubah dunia untuk mengikuti kita. Namun bahagia itu membiarkan segala hal berjalan dan bekerja sesuai dengan  alur dan kemampuannya.







Sepenggal cerita malam ini
Padang, H+3 Idul Fitri 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar