Minggu, 14 Juli 2013

Kado Penguin untuk Lebah :)

Ku bawa diri ini lama terdiam, memikirkan pelajaran hari sebelumnya, mengingat pengalaman yang pernah terjadi, dan kembali merasakan hari-hari yang terlewati.

Aku baru saja terbebas dari fase remajaku. Suatu hal yang tak mudah dilewati dan suatu perjalanan hidup yang penuh tantangan di depan sana.
Layaknya terbangun dari mimpi, sembari berkata "aku baru saja tertidur".
Sulit untuk menentukan batas pemisah antara fase perkembangan yang satu dengan yang lainnya. Namun hal itu dapat dirasakan, dilihat dan dinilai orang banyak.

Sedari kecil aku memang tak pernah mengakui bahwa aku seorang anak kecil.
Aku seorang pemimpi, aku orang yang kuat, aku bisa sendiri, aku tidak cengeng, aku tak butuh bantuan mereka, itulah kerasnya aku untuk menjadi orang dewasa dikala umur masih belia.

Pedihnya kehidupan telah ku rasakan saat aku mengaku diri ini bukan anak kecil. Di umur ku lima belas tahun, aku sanggup tinggal jauh dari orangtua, aku bisa masak sendiri, dan bahkan aku mencuci baju ku sendiri. Aku rasa orang-orang yang seumuran dengan ku saat itu tak dapat melakukannya. Dan aku rasa mereka tak dapat lepas dari jemari orangtuanya.

Dua puluh tahun tentunya bukan waktu yang singkat, dan tentunya tak sedikit pelajaran hidup yang dapat dipetik. Dengan ikut merasakan dan menyaksikan realita hidup, memberikan cambukan keras yang menyatakan "aku bukan anak kecil lagi".
Untuk terus bertahan hingga sekarang, mereka tidak akan pernah menyangka hidupku sebegitu tak mudahnya.

"Papa, aku ingin handphone baru"
"Ma, jam tangan ku rusak. Belikan yang baru ya Ma".
Hidup ku tak semudah mengadunya mereka pada banker-nya.
Namun, untuk mendapatkan hal yang aku inginkan aku mesti membawa banyak jinjingan ke kampus, hingga aku dijuluki "Miss Tentengan". Aku harus bantu-bantu membuat kue agar kuliah ku tak terhenti. Aku rela tidak tidur semalaman demi menyelesaikan pesanan bros. Dan itu semua tak akan mudah dijalani oleh mereka.

Satu hal yang membuat aku kuat, aku percaya Allah akan membalas semua letih dan usaha ku. Aku tak keluhkan mengapa hidupku begini, dan mengapa mereka seperti itu. Karena seperti inilah bahagiaku.

***

Pelajaran hidup yang tak terbilang harganya. Cerita yang diadaptasi dari realita hidup salah seorang wanita ku. Yang tak dapat ku ungkapkan betapa beruntungnya aku memilikinya. Membuka mata ini, bahwa kerasnya hidupku tak sebanding dengan keras dan pedihnya perjalanan hidup wanita ini. (gn)





Happy birthday to my best supergirl :*
Tetaplah menjadi lebah yang selalu membagikan kemanisan untuk penikmatnya.

5 komentar:

  1. love you, you can win my best supergirl

    BalasHapus
  2. amin, smga yg terbaik selalu bersama kita

    BalasHapus
  3. Subhanallah luar biasa tlisannya muah :) thank's ping :)

    BalasHapus
  4. wah makasi bee, belum sesempurna gna heheh

    BalasHapus
  5. lg piket PL baca blog si ping :D

    BalasHapus