Kembali ku putar memori otak ku untuk mengenang mu. Mengenang kembali kisah yang lalu, kisah manis kau dan aku, kisah yang kini menjadi kenangan yang juara di memory otak ku.
Ku hadirkan kembali cerita lalu, cerita tentang kapten kecil yang bernama hati, dan berlayar lama di lautan kita. Yang pada akhirnya kapten ini pun mundur. Namun tahu kah kau, kapal kita tetap ada dan tidak pernah karam, kini ku namakan itu kenangan.
Kapal kita kini tak seindah dan setangguh dulu yang dapat berlayar di luasnya lautan tak hiraukan angin kencang bahkan badai sekali pun, namun asrinya kini hanya tinggal nama. Saat kau inginkan kapten kecil ini tinggalkan kapal kita. Kau bahkan tak mencari pengganti untuk terus melayarkan kapal kita. Kau putuskan untuk meninggalkan kapal dan menyerahkan padaku.
Apa kuasa ku? Untuk mengemudikan kapal ini pun aku tak mampu sendiri. Aku yang sampai saat ini masih berada dalam kapal, menanti hadir mu untuk kembali menggenggam tangan ini dan bersama memutar laju kapal yang kini tak tentu lagi kemana arahnya, namun tak pernah kau kembali hadir untuk mengambil kemudi kapal ini.
Kini kapal kita memang belum karam, namun apakah kau yakin ini akan utuh selamanya. Utuh berkarat dan menjadi tumpangan laba-laba yang menghiasi dinding kapal kita. Aku tak yakin akan hal itu.
Suatu saat nanti, kapal ini akan karam. Karam bersama ku yang menanti hadirmu untuk melajukan kapal kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar