Tak sedikit insan yang selalu menanti hadirnya. Banyak cerita yang terkenang di kala hujan menyapa bumi. Seperti aku yang tak mau kalah melagakkan kisah ku.
Hadirnya yang sesaat namun meninggalkan kenangan yang dalam.
Untuk mu kini yang terpisah oleh jarak ratusan kilometer dari ku, ku titipkan rindu pada setiap rintikan hujan yang turun. Menyebut nama mu dalam hening, dan menantimu dalam cita.
Aku ingat saat pertama kali engkau menyanyikan lagu cinta sepulang sekolah, dan hujan pun tersenyum mendengarnya seraya mengikuti kata cinta yang terucap.
Seragam sekolah nan kuyup mengantarkan ku pulang bersama rindu yang kini ku rasa.
Rindu menikmati sekawanan rintikan yang syahdu, penyejuk hati yang pilu.
Menari bersama dibawah damainya hujan, dan tawa yang ikut melebur bersama hujan.
"Hadirnya yang sesaat namun meninggalkan kenangan yang dalam". Itulah sosok mu sekarang.
Ada namun tak ada. Nyata namun tak nyata. Sulit mengartikannya, namun begitulah rumit rindu yang ku rundung kini.
Tetaplah semangat menjalani harimu di kota bisu saksi kisah kita dulu~Pekanbaru.
Meski tak seindah yang kau mau
Tak sesempurna cinta, yang semestinya
Namun aku mencintai mu
Sungguh... mencintai mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar