Sabtu, 22 Juni 2013

III

Selamat datang di indahnya kisah kita sayang. Kisah yang telah lama kita impikan, akhirnya terwujud dengan kerasnya ingin kita. Namun satu hal yang yang harus kita ingat, akan banyak ujian di depan sana yang siap mengajukan soal-soal sulit, belum lagi kata-kata pedas yang akan menilai ujian kita. Tapi itu akan kita lewati berdua bukan? Yaaa aku dan kamu.

*Satu hari setelah Sabtu yang sakral, kita dihadiahkan dengan ujian kenaikan kelas yang akan kita hadapi esok harinya. Bahagia yang tak terkira membuat kita hanyut bersama indahnya hari, hari Minggu ini kita akan bertemu kembali dengan wanita non muslim namun sangat antusias dengan hubungan kita. Kita akan bertemu kembali di tempat sakral, tempat yang kini menjadi saksi kebahagiaan kita. Kau dan aku dapat saksikan kebahagiaan dari paras wanita itu bukan? Wanita itu merasa mimpinya terwujud. Senyum kita sama-sama merekah, dan kini kau kenalkan aku sebagai kekasih mu, betapa bahagianya kita saat itu.
Usai pertemuan singkat dengan wanita cantik ini, kita putuskan untuk pulang ke rumah, dan tak lupakan persiapkan diri untuk esok hari.

**Mulai hari ini kebiasaan ku bertambah, menunggu mu di depan gang, setelah kau memberi aba-aba, dan kita akan menumpangi angkutan umum yang sama ke sekolah. Romantis bukaaaaan?
Tentu, karena sekarang kau dan aku adalah kita.
Benar-benar hadiah yang menakjubkan di hari pertama ujian. Saat memasuki gerbang sekolah, semua mata tertuju pada kita yang melebarkan senyum kebahagiaan. Terdengar ucapan selamat dari bentuk kebahagian mereka atas kita yang silih berganti.
Aku tak percaya, hampir semua penghuni sekolah menampakkan wujud kebahagiaannya atas kita. Dan aku juga baru kali ini merasakan tenar dengan hebohnya kesuka citaan mereka akan hubungan kita. Rasanya kita orang yang nomor satu saat itu.

***Seminggu terlewati dengan indah, kehebohan dari mereka masih terdengar.
Hari-hari juga tak pernah terlewatkan tanpa mu. Aku selalu menulis kegiatan kita setiap harinya. Apa yang kita kerjakan, kemana kita pergi, dan aku juga mengumpulkan kertas kecil bukti pembayaran yang dinilai oleh sebagian orang itu sampah. Namun aku senang dengan kekonyolanku ini.
Kita selalu handalkan angkutan umum sebagai armada yang membawa kita ke tempat-tempat ajaib.
Bagaimana tidak ajaib, semua tempat yang sebelumnya terlihat biasa saja, namun sekarang kau sulap menjadi tempat istimewa berkelas bintang lima.

Inilah kita yang sekarang, kuat bersama tak hiraukan mereka yang menilai buruk tentang kita.

2 komentar: