Hari-hari kita sekarang penuh dengan warna, aku saja tidak hanya pink, namun
bercampur hijau. Itu warna kesukaanmu bukan? Lucu benar kita, selalu membeli
barang dengan warna handalan masing-masing. Pena jempol warna hijau, dan pena
telunjuk warna pink. Ini yang selalu membuat kita hanyut dalam tawa.
Minggu-minggu kita tak lagi sepi seperti minggu-minggu yang lalu. Sabtu
menjadi hari yang sakral. Aku selalu menghitung Sabtu ke Sabtu setiap
minggunya. Tanpa melupakan kebiasaanku sekarang. Aku makin semangat menulis
hari-hari dengan mu. Menulis kegiatan kita sehari-hari.
Setelah ujian kenaikan kelas, liburan pun kita lewati bersama, di awali
mengunjungi salah satu kota di luar Sumbar. Namun tak seperti yang kita
bayangkan, liburan kita terkekang oleh waktu yang memaksa untuk kita tak selalu
bersama. Dan sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sepulang dari kota itu jangan
khawatir karena kita kembali bebas memutar waktu bersama. Bahagia benar kita.
Ditambah lagi sekarang engkau telah dapat membaur dengan keluarga ku. Dan
sambutan yang baik untuk menerima hubungan kita.
Bulan-bulan kita terlewati penuh bintang, bintang yang memberi sinar untuk
kau dan aku. Setiap bulannya kita selalu merayakan hari jadi kita dengan
mengunjungi tempat favorit kau dan aku bukan? Benar sekali, tempat sakral itu.
Sekarang engkau juga mulai tertarik untuk ikut mengumpulkan kertas kecil bukti
pembayaran, yang awalnya kau bilang aneh. Lucunya kau dan aku saat rebutan
bukti pembayaran jika hari itu bertepatan dengan hari jadi kita. Kau bahkan tak
mau kalah untuk memberikan bukti pembayaran itu pada ku bukan? Sekarang engkau
yang ikutan aneh.
Setengah tahun kita bersama, bulan ini bertepatan dengan bulan kelahiran ku.
Semakin seru dan semakin cinta. Aku rasa begitu, dan kau juga.
Makin banyak pengalaman yang kita lalui, dan bulan ini penuh kejutan bagi
engkau dan aku.
Awal bulan, pada tanggal kelahiran ku yang juga bertepatan hari jadi kita. Kita
akan rayakan ulang tahun ku berdua, siang ini seperti biasanya engkau menunggu
di tepi jalan, tempat biasa kau menunggu jika kita hendak pergi, dan bersama
kita handalkan armada kita.
“Wah ada tempat baru, kita kesana ya” pinta ku.
Setiba disana, tempat ini begitu ramai, aku rasa karena tempat ini baru.
“Engkau yang cari tempat duduk, biar aku yang memesan ya”. Pembagian tugas
yang adil aku kira, karena engkau takut membawa makanan dengan baki. Lucu
benar.
Setelah melewati antrian panjang, dan ini hampir giliran ku. Namun dari atas
tangga engkau memberi senyum manis dan menghampiri ku.
“Bagaimana? Ada tempat untuk kita?” Tanyaku
“Ada, tapi aku tak suka tempatnya, kita ke tempat biasa saja ya” Dengan
wajah memelas.
Astagaaaaaaah, satu orang setelah ini, giliranku.
Aku ikuti mau mu, karena tidak ada alasan untuk menolak ke tempat sakral kita.
Sepanjang perjalanan aku hanya diam, namun kau masih sibuk membujukku untuk
berbicara.
Setiba kita di tempat itu, aku langsung memesan makanan dan meminta engkau
duduk di pojokan kanan, sayangnya bukan tempat yang biasa kita tempati. Aku
masih kesal dengan kejadian tadi, setelah memesan makanan dan duduk bersebelahan,
engkau senyum-senyum dan masih saja membujukku dengan manja.
Dari belakang, terdengar kehebohan diiringi nyanyian “Happy Birthday”. Apa
ini? Aku tak mengerti, sungguh kerjasama yang cantik, sehingga tak sedikit pun
aku curiga bahwa ini acara yang sudah direncanakan dengan mereka tersayang.
Haru dan bahagia rasanya. Sungguh aku tak menyangka sama sekali dengan hal ini.
Usai tiup lilin dan pemberian kotak kecil berbungkus pink dari sahabat
tersayang, kita lanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Apalagi ini, Aca selesai
operasi dan sekarang masih dirawat. Aku kira ini masih skenario, ternyata
benar. Sekarang ulang tahun ku di rayakan di rumah sakit juga.
Baru kali ini pengalaman merayakan ulang tahun di rumah sakit. Tak lama
setelah tiup lilin, sepasang kekasih yang juga karib kita, menyampari rumah
sakit dan ikut merayakan hari ini.
Dan ini belum selesai, perjalanan kembali dilanjutkan. Kini engkau kabulkan
pinta ku untuk merayakan ulang tahun di tempat baru itu.
Setelah lumayan lama menikmati tempat ini, kau bilang hendak ke bawah,
karena ada yang ketinggalan. Ketinggalan untuk membawa Si Pink yang lucu, yang
hampir sama besarnya denganmu. Dan kau
memberi nama Si Pink cantik ini dengan Copu.
Terimakasih untuk setengah tahun kita, dan terkhusus untuk hari bahagia ini
sayang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar