Senin, 24 Juni 2013

IV

Hari-hari kita sekarang penuh dengan warna, aku saja tidak hanya pink, namun bercampur hijau. Itu warna kesukaanmu bukan? Lucu benar kita, selalu membeli barang dengan warna handalan masing-masing. Pena jempol warna hijau, dan pena telunjuk warna pink. Ini yang selalu membuat kita hanyut dalam tawa.

Minggu-minggu kita tak lagi sepi seperti minggu-minggu yang lalu. Sabtu menjadi hari yang sakral. Aku selalu menghitung Sabtu ke Sabtu setiap minggunya. Tanpa melupakan kebiasaanku sekarang. Aku makin semangat menulis hari-hari dengan mu. Menulis kegiatan kita sehari-hari.
Setelah ujian kenaikan kelas, liburan pun kita lewati bersama, di awali mengunjungi salah satu kota di luar Sumbar. Namun tak seperti yang kita bayangkan, liburan kita terkekang oleh waktu yang memaksa untuk kita tak selalu bersama. Dan sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sepulang dari kota itu jangan khawatir karena kita kembali bebas memutar waktu bersama. Bahagia benar kita.
Ditambah lagi sekarang engkau telah dapat membaur dengan keluarga ku. Dan sambutan yang baik untuk menerima hubungan kita.

Bulan-bulan kita terlewati penuh bintang, bintang yang memberi sinar untuk kau dan aku. Setiap bulannya kita selalu merayakan hari jadi kita dengan mengunjungi tempat favorit kau dan aku bukan? Benar sekali, tempat sakral itu. Sekarang engkau juga mulai tertarik untuk ikut mengumpulkan kertas kecil bukti pembayaran, yang awalnya kau bilang aneh. Lucunya kau dan aku saat rebutan bukti pembayaran jika hari itu bertepatan dengan hari jadi kita. Kau bahkan tak mau kalah untuk memberikan bukti pembayaran itu pada ku bukan? Sekarang engkau yang ikutan aneh.

Setengah tahun kita bersama, bulan ini bertepatan dengan bulan kelahiran ku. Semakin seru dan semakin cinta. Aku rasa begitu, dan kau juga.
Makin banyak pengalaman yang kita lalui, dan bulan ini penuh kejutan bagi engkau dan aku.
Awal bulan, pada tanggal kelahiran ku yang juga bertepatan hari jadi kita. Kita akan rayakan ulang tahun ku berdua, siang ini seperti biasanya engkau menunggu di tepi jalan, tempat biasa kau menunggu jika kita hendak pergi, dan bersama kita handalkan armada kita.

“Wah ada tempat baru, kita kesana ya” pinta ku.
Setiba disana, tempat ini begitu ramai, aku rasa karena tempat ini baru.
“Engkau yang cari tempat duduk, biar aku yang memesan ya”. Pembagian tugas yang adil aku kira, karena engkau takut membawa makanan dengan baki. Lucu benar.
Setelah melewati antrian panjang, dan ini hampir giliran ku. Namun dari atas tangga engkau memberi senyum manis dan menghampiri ku.
“Bagaimana? Ada tempat untuk kita?” Tanyaku
“Ada, tapi aku tak suka tempatnya, kita ke tempat biasa saja ya” Dengan wajah memelas.
Astagaaaaaaah, satu orang setelah ini, giliranku.

Aku ikuti mau mu, karena tidak ada alasan untuk menolak ke tempat sakral kita. Sepanjang perjalanan aku hanya diam, namun kau masih sibuk membujukku untuk berbicara.
Setiba kita di tempat itu, aku langsung memesan makanan dan meminta engkau duduk di pojokan kanan, sayangnya bukan tempat yang biasa kita tempati. Aku masih kesal dengan kejadian tadi, setelah memesan makanan dan duduk bersebelahan, engkau senyum-senyum dan masih saja membujukku dengan manja.

Dari belakang, terdengar kehebohan diiringi nyanyian “Happy Birthday”. Apa ini? Aku tak mengerti, sungguh kerjasama yang cantik, sehingga tak sedikit pun aku curiga bahwa ini acara yang sudah direncanakan dengan mereka tersayang. Haru dan bahagia rasanya. Sungguh aku tak menyangka sama sekali dengan hal ini.

Usai tiup lilin dan pemberian kotak kecil berbungkus pink dari sahabat tersayang, kita lanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Apalagi ini, Aca selesai operasi dan sekarang masih dirawat. Aku kira ini masih skenario, ternyata benar. Sekarang ulang tahun ku di rayakan di rumah sakit juga.
Baru kali ini pengalaman merayakan ulang tahun di rumah sakit. Tak lama setelah tiup lilin, sepasang kekasih yang juga karib kita, menyampari rumah sakit dan ikut merayakan hari ini.

Dan ini belum selesai, perjalanan kembali dilanjutkan. Kini engkau kabulkan pinta ku untuk merayakan ulang tahun di tempat baru itu.
Setelah lumayan lama menikmati tempat ini, kau bilang hendak ke bawah, karena ada yang ketinggalan. Ketinggalan untuk membawa Si Pink yang lucu, yang hampir sama besarnya denganmu. Dan kau memberi nama Si Pink cantik ini dengan Copu.

Terimakasih untuk setengah tahun kita, dan terkhusus untuk hari bahagia ini sayang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar