Pria tampan berkulit putih dengan tinggi kira-kira 180cm yang aku kenal dari salah seorang teman ku, sempat mencuri pandangan ini. Ia hadir menyapa hati yang kosong, membawa sejuta harapan, mengisi hari-hari dengan candaannya yang sederhana, namun damaikan hati.
***
Malam ini aku hendak memberi kejutan pada salah seorang sahabat ku yang berulang tahun.
"Nanti malam ikut ya, kita rayakan ulang tahunnya" ajakan singkat ku.
Dengan senyum dan semangatnya ia menjawab "Baiklah, pagi ini aku akan ke Padang Panjang dulu, setiba aku di Padang kita akan pergi ke rumah teman mu, engkau tunggu aku ya. Aku pasti akan menemani mu, dan jangan pergi tanpa aku". Kini tampangnya berubah memelas, lucu benar melihatnya.
"Engkau baik-baik di jalan ya, aku menunggu mu", balas ku singkat.
"Siap Siskaku" (aku rindu dengan panggilan ini), dengan tawa mu yang merekah.
"Handphone ku low, engkau simpan dulu ya" lanjutnya.
Apalagi ini maksudnya? dalam hati timbul pertanyaan.
"Lalu nanti aku menghubungi mu dengan apa?" tanyaku yang sedikit resah.
"Tenang saja, aku yang akan menghubungi mu nanti, pokoknya kita pasti merayakan ulang tahun teman mu, jangan khawatir ya" jawab mu menguatkan ku, dan seketika senyum kita beradu.
Kira-kira pukul 9 engkau berangkat menuju Padang Panjang.
***
Kini jam menunjukkan pukul 1 siang, aku rasa engkau telah tiba sejak tadi, namun belum juga engkau mengabari ku. "Berbaik sangka saja" hibur ku dalam hati.
Sore kira-kira pukul 5 engkau baru mengabari ku dengan mengirim pesan "Aku telah tiba sejak tadi, dan aku baik-baik saja", hati ini mulai tenang kembali.
Aku tanyakan "Engkau berangkat jam berapa ke Padang?".
Dan jawaban mu "Aku belum bisa pastikan, mama dan papa di Padang Panjang sekarang, dan aku tak diperbolehkan pulang, tapi aku pasti tepati janji ku pada mu"
"Astagaaaaah" hati menjerit, dengan kecewa ku balas "Engkau ikuti ingin orang tua mu saja, aku nanti pergi bisa ajak yang lain".
Tak menunggu lama ringtone handphone berbunyi kembali, ini masih pesan darinya "Tidak, aku sudah janji, pasti ku tepati, jam berapa pun aku tiba di Padang, aku akan menemani mu".
Aku tak jawab pesan darinya lagi, hati mulai resah. Aku harus merayakan ulang tahun sahabat ku, namun bagaimana ini? Antara percaya dan tak percaya akan kata-katanya.
Sudah pukul 8 sekarang, tak ada kabar lagi darinya. Aku mulai melihat contact di handphone, kira-kira siapa teman yang dapat ku ajak pergi untuk merayakan ulang tahun ini. Namun tiba-tiba handphone berdering, panggilan masuk dari nomor tak ku kenal "Assalamu'alaikum" salam ku menjawab telpon ini, "Waa'alaikum salam, ini aku. Engkau belum pergikan?" Ternyata ini dari Si Dia hahaha tawa kecil ku.Aku tanyakan "Engkau berangkat jam berapa ke Padang?".
Dan jawaban mu "Aku belum bisa pastikan, mama dan papa di Padang Panjang sekarang, dan aku tak diperbolehkan pulang, tapi aku pasti tepati janji ku pada mu"
"Astagaaaaah" hati menjerit, dengan kecewa ku balas "Engkau ikuti ingin orang tua mu saja, aku nanti pergi bisa ajak yang lain".
Tak menunggu lama ringtone handphone berbunyi kembali, ini masih pesan darinya "Tidak, aku sudah janji, pasti ku tepati, jam berapa pun aku tiba di Padang, aku akan menemani mu".
Aku tak jawab pesan darinya lagi, hati mulai resah. Aku harus merayakan ulang tahun sahabat ku, namun bagaimana ini? Antara percaya dan tak percaya akan kata-katanya.
***
"Aku belum pergi.... tiba-tiba ia memotong pembicaraan "Sabar ya, aku sedang bujuk papa untuk ke Padang, jika sedikit kemalaman, tak masalah kan? Ku mohon tunggu aku dan jangan pergi dengan yang lain". Aku mau jawab apa jika sudah begini, "Baiklah, engkau hati-hati ya. Jangan dipaksakan jika tak bisa". Dan ia kembali menjawab "Aku bisa, nanti ku hubungi lagi. Ini aku telpon dengan handphone papa. Sudah dulu ya, assalamu'alaikum". Iya, engkau baik-baik disana, waa'alaikum salam" aku mengakhiri telpon.
***
Pukul 10 handphone ku berdering lagi, dan ini panggilan dari nomor yang tadi.
"Assalamu'alaikum" ucapku. "Waa'alaikum salam, aku sudah di Sicincin, kira-kira setengah jam lagi aku sampai, engkau yang sabar ya. Nanti ku kabari jika tiba di Padang". Belum sempat aku menjawab, namun engkau telah mengakhirinya dengan "Assalamu'alaikum." "Waa'alikum salam" jawabku lirih seiring dengan bunyi tuuut tuuut tuuut.
***
Satu jam setelah telpon itu, engkau hadir dengan tampang yang masih semangat, namun letih mu tak dapat kau sembunyikan. Haru dan kagum sekali melihat mu menepati janji.
"Maaf ya, sudah malam. Kita bisa pergi sekarang?" Kini engkau yang bicara langsung dengan senyum yang ramah, di depan pintu.
Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tak ada alasan untuk menunda lagi, dan tak ada alasan juga untuk tak merayakan ulang tahun karib ku.
"Baiklah, kita pamit dulu ya" ajak ku.
***
Perjalanan ke rumah karib ku ini tak terlalu jauh, kira-kira sepuluh menit dari rumah. Sedan hitam yang berisikan aku, dia, adik ku dan satu teman kami, mengantarkan ke tempat tujuan. Perayaan yang sederhana, namun cukup menyenangkan ikut menambah cerita di ulang tahunnya dan juga cerita untuk ku dan engkau.
Usai perayaan singkat ini, kita melaju pulang karena malam tak muda lagi.
Setiba di rumah, aku ingat sekali canda mu yang khas membahas sedikit tentang perayaan ulang tahun tadi. "Aku masuk ya, makasih udah temani aku" pembicaraan singkat ku di depan pintu. "Sama-sama Siskaku" seketika tawa kita kembali pecah. "Aku balik ke Padang Panjang lagi malam ini, mama papa tak mau nginap di Padang" ucapnya.
"Jadi engkau ke Padang, benar-benar hanya untuk menepati janji mu?" dengan nada yang sedikit meninggi.
"Aku pamit ya, besok aku ke Padang lagi kok, setiba Padang Panjang aku kabari lagi".
Kali ini tak dapat berucap lagi ketika langkahnya menuju sedan hitam itu.
***
Malam semakin berkuasa, namun tak habis pikir ku tentangnya, bahagia sekali namun iba dengan letihnya kini. Malam ini pasti tidurnya pulas, karena seharian aktivitasnya yang begitu luar biasa. "Goodnight boy" pesan singkat ku ke handphonenya yang telah ku berikan tadi ketika ia akan berangkat.
***
Cerita tentang dia yang kini aku tak tahu bagaimana kabarnya dan aku pun tak tahu keberadaannya. Semoga engkau selalu menang dalam menepati janji, karena aku yakin engkaulah ahlinya. Dan berharap engkau baik-baik saja dimana pun engkau berada. Saat ini aku memikirkanmu. (ns)
luar biasa 25 artikel dalam ± 1 bulan..
BalasHapuspermulaan yang luarbiasa memulai blog dengan diary life...
selipkan tersirat didalamnya biar blogger lain bisa mengambil hikmah kisah yg dipaparkan....
[fe]
wah udah bca smua bg? Hahah masih amatiran bg.
BalasHapusMakasi buat saran ny y bg